KURIKULUM 2013

KURIKULUM 2013

Berita tentang KURIKULUM 2013 sebenarnya bukan suatu hal yang baru di negeri ini, sampai sampai ada pameo ” Setiap Ganti Menteri pasti Ganti Kurikulum. Meskipun Periode Menteri M. Nuh baru ancang-ancang namun seakan masyarakat sudah tahu kalau ada memnetri baru mesti akan ada KURIKULUM BARU.

Ternyata anggapan itu bukan isapan jempol, sebab baru baru ini M. Nuh selaku Menteri Pendidikan Nasional dalam Kabinet SBY Jilid II ini meluncurkan statemen yang jelas mengisyaratkan akan adanya KURIKULUM BARU atau KURIKULUM 2013 di dunia pendidikan kita.

Konon Kurikulum Baru atau Kurikulum 2013 ini terjadi perubahan yang krusial jika dibanding dengan Kurikulum Sebelumnya. Perubahan Kurikulum Baru atau Kurikulum 2013 ini antara lain pada Jenjang Sekolah Dasar hanya berisi 4 (empat) mata pelajaran dan 2 (dua) mata pelajaran Muatan Lokal.

Keenam Mata Pelajaran yang tertuang dalam Kurikulum 2013 ini antara lain:
1. PKn.
2. Agama.
3. Bahasa Indonesia.
4. Matematika
5. Prakarya ( Mulok )
6. Pendidikan jasmani ( Mulok )

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari Standar Isi, ada kedudukan mata pelajaran dan pendekatannya. Kalau sekarang kompetensi itu diturunkan dari mata pelajaran, ke depan akan berubah menjadi mata pelajaran yang dikembangkan dari kompetensi. “Jadi mata pelajaran itu kendaraan saja. Kalau mau nyebrang lautan ya pakai kapal. Naik gunung pakai sepeda gunung,” kata Mendikbud M. Nuh, Selasa (13/11) di ruang kerjanya.

Untuk standar proses, semula proses terpaku pada eksplorasi, terfokus. Sedang di kurikulum yang baru siswa menjadi lebih aktif dalam observasi. Dan untuk standar penilaian, akan dilakukan dengan berbasis kompetensi. Salah satu pendukung kompetensi itu adalah ekstrakulikuler Pramuka yang wajib diikuti semua siswa. Karena dalam pramuka terdapat leadership, kerja sama, keberanian, dan solidaritas.

Pendekatan kurikulum yang paling kritikal dan krusial berada pada pendidikan dasar SD dan SMP. Karena jika pendidikan di SD bagus, ke belakangnya juga akan bagus. Dan untuk SD-SMP digunakan pendekatan tematik integratif dalam semua mata pelajaran. Konsep ini merupakan metode pembelajaran yang didasarkan atas tema-tema. Dalam satu tema yang diangkat akan merambah ke mata pelajaran lain. “Misalkan pelajaran Bahasa Indonesia, guru mengambil tema sungai. Ada pendekatan observasi seperti apa sungai, apa isinya, kenapa bisa mengalir, dan sebagainya. Semua pendekatan tersebut akan mengarah kepada semua mata pelajaran. Baik bahasa indonesia, sains, agama, dan matematika,” jelas Menteri Nuh.

About these ads

Tentang guruesde

guru sekolah dasar
Tulisan ini dipublikasikan di berita dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s